Menyibak dingin dalam pekat sore
Di antara serpihan gerimis
Menerawang jauh mata memandang
Menoleh kanan-kiri, mencari-cari
Di mana serpihan rindu?
Seberkas wajah terlukis dalam bias pelangi
Dalam helai-helai warnanya tersemat tanya
Masih adakah urai cinta di balik urai pelangi?
Menghias langit hatiku yang dulu
Letih, semakin letih menerawang
Mega hitam membelai badai, kering, sunyi..
Terkibas badai cemburumu
Hingga fatalkan segala asaku
Pernah terbias di antara birunya mega
Dan badai itu menjaring salju
Di antara musim hujan yang semu
Beku hatiku, perlahan mengerti
Segalanya tinggalkan mimpi dan ilusi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar