Kamis, 13 Mei 2010

KUTUKAN

Gadis itu berjalan menuju terbenamnya matahari
Terhuyung membawa luka-luka kutukan di punggungnya
Ia tak menoleh ke belakang dan tak menatap ke depan
Bila tak kembali, pasti maut membawanya namanya pulang

Ikan-ikan berpesta meminum darahnya
Dalam kegelapan malam atau ketika fajar bangkit
Cahaya bulan lemah menyapu permukaan laut
Esok, orang-orang tak hentinya mengutuknya
Menjala dan melahap ikan itu.

Dia bertanya pada angin laut
Bagaimana bisa hidupnya tenggelam
dan terhembas ombak
menuntunnya ke tengah samudra
mengecil, mengilusi mata
dan,
lenyap!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar